Rabu, 21 Maret 2018

H.MUCHDAR BUKA DIKLAT PENYULUH AGAMA NON PNS


Kab.Magetan (Bimais)- Penyuluh Agama Islam Non PNS secara sah sudah menjadi Keluarga Besar Kementerian Agama Magetan dan otomatis sudah diikat dengan kewajiban melaksanakan tugas kepenyuluhan dan lebih dari itu harus tunduk, taat dan patuh pada regulasi yang ada. Selanjutnya dalam rangka meningkatkan profesionalisme Balai Diklat Teknis Keagamaan Surabaya berkerja sama dengan Kankemenag Kab.Magetan menyelenggarakan Diklat Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Non PNS di Lingkungan Kankemenag Kab.Magetan. Kegiatan ini Senin (19/3) dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Magetan H.Muchdar dan dijadwalkan akan berakhir sampai dengan hari sabtu 24 Maret 2018, dengan peserta diklat sejumlah 35 orang.
Ketua Panitia dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya H.Machzudi dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan ini antara lain pertama untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, kecakapan, dan wawasan tugas sebagai Penyuluh Agama Non PNS di Satkernya masing-masing. Kedua untuk membentuk kepribadian dan membangun sikap mental yang menjunjung tinggi etika, norma dan moral sehingga mereka diharapkan mampu menjadi tenaga penyuluh yang profesional, handal dan dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat sekitarnya. Adapun tenaga pengajar berasal dari Balai Diklat Keagamaan Surabaya dan dari Kankemenag Kab.Magetan.
 Sementara itu Kakankemenag Kab.Magetan H.Muchdar, menyampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya yang telah memberikan kesempatan kepada para Penyuluh Agama Islam Non PNS yang ada di wilayah kerja Kemenag Kab.Magetan untuk mengikuti kegiatan diklat ini, dan lebih lebih kegiatan dilaksanakan di Wilayah Magetan sendiri tanpa harus jauh-jauh datang ke Surabaya. Untuk itu kepada peserta diklat harus bersyukur, dengan mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, perhatikan apa yang disampaikan oleh para nara sumber. Dengan demikian diharap selesai Diklat semua materi dapat diterima dengan baik sehingga penyuluh agama ketika terjun kemasyarakat benar-benar siap dan memiliki kemampuan yang handal serta berkwalitas dalam menyampaikan dakwahnya. Sehingga dakwah yang disampaikan  kepada masyarakat bisa diterima dengan baik. Selain itu Muchdar berharap: “Penyuluh agama harus mampu membentuk masyarakat yang rukun, damai, tenteram, dan taat beragama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai islam yang rahmatan lil’alamiin.(Kurdi)

Jumat, 16 Maret 2018

Pengumuman Seleksi Petugas Haji tahun 2018

Pengumuman Seleksi Petugas Haji tahun 2018 klik_disini

H.Muchdar Buka Pembinaan Penyelenggara Ibadah Umroh



Kab.Magetan (PHU) - Hukum melaksanakan umroh adalah sunnah bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya, baik mampu secara materi maupun non materi. umroh sendiri dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu tanggal 10 Zulhijjah dan hari tasrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah, di Indonesia secara umum prosesi ibadah umroh ditangani dan difasilitasi oleh biro perjalanan dan penyelenggara umroh yang kini sudah mulai menjamur diseluruh nusantara. Dalam rangka menjaga pelayanan umroh tetap berjalan dengan baik Kemenag Magetan  pada hari Selasa (13/3) menyelenggarakan Pembinaan Penyelenggara Ibadah Umroh di Kabupaten Magetan yang diikuti oleh 40 orang dari lembaga penyelenggara Ibadah Umroh dengan tempat Aula A2 Kankemenag Kab.Magetan.
 Kepala Kantor Kementrian Agama Kab.Magetan H Muchdar, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut antara lain mengatakan, bahwa Umroh diera sekarang ini bisa dibilang  lagi ngetrend, hal ini dimungkinkan karena  melihat antrian keberangkatan Haji dengan daftar sekarang berangkat pada 23 tahun mendatang. Sehingga masyarakat yang sudah usia lanjut memilih melaksanakan umroh meskipun umroh itu hanya Sunnah dan atau bisa dibilang sebagai haji kecil. Dan karena itu pula bermunculanlah berbagai biro perjalanan umroh yang dari masing –masing biro menawarkan programnya masing-masing kepada masyarakat calon jama’ah.
 Dan untuk itulah kegiatan pembinaan kepada penyelenggara ibadah umroh dilaksanakan, dengan harapan dari hasil kegiatan ini Biro Umroh khususnya di Magetan dan Jawa Timur dapat memberikan pelayanan secara maksimal dan bisa memberi kepuasan kepada jama’ah sehingga terhindar dari permasalahan-permasalahan dengan jama’ah apalagi sampai dibawa ke meja hijau, jangan sampai hal itu terjadi. Untuk itu kepada seluruh peserta diharap menyimak dengan seksama apa yang akan disampaikan oleh Narasumber yang dihadirkan dari Kanwil Kemenag Jatim yakni Machsun Zain. Semoga hasilnya bermanafaat untuk kita  semua dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada umat dan masyarakat. Demikian ungkap Muchdar. (Kurdi)

30 Pasang Calon Pengantin Ikuti Bimbingan Perkawinan



 Kab.Magetan- (Bimais). Dalam  rangka memberikan penguatan ketahanan dalam kehidupan keluarga, seksi Bimais pada hari Selasa (13/3) menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan kepada  calon penganten  untuk memberi bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kepada calon pengantin tentang kehidupan rumah tangga atau keluarga, agar dalam membangun keluarga dapat mencapai keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Kegiatan ini di buka oleh H.Muchdar Kepala Kankemenag Kab.Magetan dengan jumlah peserta 30 orang calon penganten.
Dalam sambutannya antara lain Muchdar mengatakan, bahwa ikatan pernikahan antara laki-laki dan perempuan dari   jenisnya  sendiri (Manusia)  sebagaimana telah difirmankan oleh Allah SWT dalam Surat Ar Ruum ayat 21 memiliki tujuan untuk mendapat ketenteraman, dengan saling mencurahkan kasih sayang, sehingga harapan memperoleh rahmah dari Allah SWT dapat diraih. Dengan demikian kebahgiaanpun akan dapat dirasakan oleh pasangan tersebut. Dan Kementerian Agama yang memiliki Visi “Terwujudnya masyarakat indonesia yang taat beragama” melalui kegiatan ini juga merupakan  salah satu wujud Kementerian Agama dalam memberikan layanan kepada masyarakat , dan diharap dari para calon pengantin lebih memahami tentang bagaimana seorang beragama khususnya Islam ini dalam menjalani kehidupan berumah tangga yang sesuai dengan tuntunan ajaran islam yang tentunya tuntunan itu harus kita taati, agar dalam menjalani kehidupan berumah tangga selalu mendapat ridha Allah SWT. Sesuai tujuannya yaitu keluarga yang sakinah mawaddah wa Rahmah.
Mengakhiri sambutannya Muchdar  berpesan kepada seluruh peserta untuk bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dengan betul-betul menyimak materi yang disampaikan oleh para nara sumber sehingga hasil dari kegiatan ini benar-benar bisa dijadikan bekal untuk mengarungi bahtera keluarga yang tenteram atau keluarga yang benar-benar dilandasi oleh ajaran islam dan selalu berkah dan di ridhai oleh Allah Swt.  Sementara kegiatan ini menghadirkan Nara sumber H Muchdar Kepala Kankemenag Kab.Magetan, Paimun Kepala KUA Kec.Plaosan, M. Munir dari Polsek Kota Magetan, Nur Jatiningsih dari UPT Puskesmas Candirejo Magetan, Nur Sujak Kepala KUA Kec.Siodrejo, dan Ichsanudin Penyuluh Agama Fungsional Kankemenag Kab.Magetan.. (Kurdi)


Kab.Magetan (Pendma) - Bertempat di Aula Utama Kankemenag Kab. Magetan Kamis (15/3) diselenggarakan kegiatan sosialisasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) Pada  Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Tahun 2017/2018. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 orang yang terdiri dari Kepala MTs/MA Negeri/Swasta, Proktor, dan Teknisi. Adapun sebagai Nara sumber adalah Hendi Prasetyo dari MAN Takeran dan Agus Saifullah Basri dari MTsN Temboro.
Menurut Kasi Pendma Kantor Kemenag Kab.Magetan Sutrisno dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dilaksanakan sebagai langkah persiapan dan pemantapan bagi madrasah mengingat semakin dekatnya jadwal pelaksanaan Ujian Nasional 2018. Sehingga dengan kegiatan ini diharap nantinya semua Madrasah dengan segala konsekwensinya dalam kondisi siap dalam seluruh proses pelaksanaan UAMBN BK.
Sementara itu Kepala sub. Bagian Tata Usaha  Kemenag Kab. Magetan Muttakin mengharap kepada seluruh komponen di Madrasah baik Negeri maupun swasta dalam hal pelaksanaan UAMBN BK ini untuk selalu menjalin kerjasama yang maksimal, termasuk didalamnya dalam mempersiapkan peserta didik masing-masing baik fisik maupun mental sehingga dapat mengikuti ujian dengan lancar dan memperoleh hasil yang memuaskan. Karena Hasil ujian juga sangat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap suatu lembaga pendidikan khususnya di Madrasah kita. Dan semoga dengan kerja sama yang sudah ada ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan agar Madrasah kita semakin kedepan semakin lebih baik serta  mendapat tempat di hati umat dan masyarakat secara luas. (Kurdi)

Jumat, 09 Maret 2018

MUTTAKIN:” K3RA MAUPUN KKGRA MULAI SEKARANG HARUS LEBIH PRO AKTIF DALAM MEMBANGUN KEBERSAMAAN”




Kab.Magetan (Pendma)-IGRA (ikatan guru raudhatul athfal) merupakan organisasi profesi yang merupakan wadah pembinaan dan kerja sama antara kepala RA dan guru guru RA untuk menyamakan VISI , MISI dan PRESEPSI dalam penyelenggaraan pendidikan pra sekolah dilingkungan kementerian Agama. untuk menuju Visi, Misi dan Persepsi tersebut  pada hari  Kamis (8/3)   di Aula Kantor Kementerian Agama Kab.Magetan, diselenggarakan pelantikan kepengurusan Kelompok Kerja Kepala Raudhatul Athfal (KKK-RA) dan Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKG-RA). Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 orang Guru RA termasuk Kasi Pendma Sutrisno dan Pengawas RA/MI di Lingkungan Kankemenag Kab.Magetan
Sementara itu Muttakin Kepala sub.Bagian Tata Usaha mewakili Kakankemenag Kab.Magetan dalam arahannya setelah melantik KKG RA dan KKK-RA antara lain menyampaikan ucapan selamat kepada KKK-RA dan KKG-RA yang baru dilantik dengan harapan setelah pelantikan ini  dapat menjalankan tugas-tugasnya secara lancar, profesional dan penuh tanggug jawab, sehingga pelayanan terbaik kepada anak didik yang ada di tingkat Prasekolah/RA dapat terpenuhi.
Selain itu Muttakin berpesan kalau dirunut, KKG RA maupun KKK RA dari Tupoksi yang ada merupakan penjabaran instrumen kelengkapan dari tenaga pendidik dan kependidikan, untuk itu kedua elemen ini harus bisa memiliki konsekwensin logis bagaimana agar Lembaga RA mampu siap dan menyiapkan diri untuk bisa menjadi organisasi yang profesional. Dalam rangka mencapai itu “K3RA maupun KKGRA mulai sekarang harus lebih pro aktif  dalam membangun kebersamaan”. Dengan kebersamaan itulah diharap semuanya akan lebih banyak mendapat pengalaman-pengalaman baru yang akan meningkatkan profesionalitas Guru RA, sehingga dengan demikian RA akan semakin dilirik dan minati oleh masyarakat karena adanya nilai plus atau nilai lebih dari lembaga pendidikan pra sekolah yang lain.(Kurdi)