Kab.Magetan-(MTsN Goranggareng). Ulangan semester genap MTsN Goranggareng berjalan lancar dengan di awali materi bahasa indonesia dan PKN pada tgl. 24 Mei 2016 lalu di lanjutkan Bahasa inggris, Bahasa Jawa , Matematika , SKI dan hari ke 4 IPA dan TIK hari ke 5 IPS dan fikih di lanjutkan bahasa arab dengan seni budaya yang akan di akhiri besuk (31/5) dengan materi Quran Hadits dan Akidah Akhlaq. Dalam ulangan ini sengaja panitiya memberi warna yg berbeda, di mana kelas 7 duduk berdampingan dengn kelas 8. Priyogo selaku Kepala MTsN Goranggareng tetap mengingatkan agar pengawas lebih jeli dalam mengawasi siswa siswinya untuk tetap mengerjakan dengan jujur. Ulangan akhir semester genap ini akan menentukan siswa siswinya naik kelas atau tidak dan akan menentukan masuk kelas unggulan atau kelas reguler biasa, Karena MTsN goranggareng telah memiliki kelas unggulan dari 2 tahun yang lalu. Dengan adanya kelas unggulan ini memberi dampak pada anak untuk berkompetisi memperebutkan kelas unggulan yang hanya bisa di huni satu kelas dengan jumlah 30 siswa, jadi siswa siswi kelas 7 yang berjumlah sekitar 187 siswa berebut positif untuk bisa masuk di kelas unggulan. Karena sebuah kebanggaan tersendiri jika bisa masuk kelas unggulan.(Ajeng/Kurdi)Senin, 30 Mei 2016
ULANGAN SEMESTER GENAP MTsN GORANGGARENG BERJALAN LANCAR
Kab.Magetan-(MTsN Goranggareng). Ulangan semester genap MTsN Goranggareng berjalan lancar dengan di awali materi bahasa indonesia dan PKN pada tgl. 24 Mei 2016 lalu di lanjutkan Bahasa inggris, Bahasa Jawa , Matematika , SKI dan hari ke 4 IPA dan TIK hari ke 5 IPS dan fikih di lanjutkan bahasa arab dengan seni budaya yang akan di akhiri besuk (31/5) dengan materi Quran Hadits dan Akidah Akhlaq. Dalam ulangan ini sengaja panitiya memberi warna yg berbeda, di mana kelas 7 duduk berdampingan dengn kelas 8. Priyogo selaku Kepala MTsN Goranggareng tetap mengingatkan agar pengawas lebih jeli dalam mengawasi siswa siswinya untuk tetap mengerjakan dengan jujur. Ulangan akhir semester genap ini akan menentukan siswa siswinya naik kelas atau tidak dan akan menentukan masuk kelas unggulan atau kelas reguler biasa, Karena MTsN goranggareng telah memiliki kelas unggulan dari 2 tahun yang lalu. Dengan adanya kelas unggulan ini memberi dampak pada anak untuk berkompetisi memperebutkan kelas unggulan yang hanya bisa di huni satu kelas dengan jumlah 30 siswa, jadi siswa siswi kelas 7 yang berjumlah sekitar 187 siswa berebut positif untuk bisa masuk di kelas unggulan. Karena sebuah kebanggaan tersendiri jika bisa masuk kelas unggulan.(Ajeng/Kurdi)Jumat, 27 Mei 2016
MOCH AMIN MAHFUD : ASN KEMENTERIAN AGAMA JANGAN ADA YANG GAPTEK
Kab.Magetan-(Humas). Pada hari Kamis (26/5) Bertempat di Gedung Pusat Pengembangan Islam (PPI) Kab.Magetan, Kantor Kementerian Agama Magetan menyelenggaraka kegiatan Pembinaan Tata Naskah Dinas yang diikuti oleh 48 orang yang terdiri dari Kepala MAN, MTsN,MIN se Kab.Magetan dan juga kepala KUA se Kab.Magetan dengan Narasumber Husnul Khotimah Kasubag Umum Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Magetan Moh Amin Mahfud dalam sambutannya antara lain mengatakan : “Memang sudah ada penjelasan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur terkait adanya kebijakan Kementerian Agama RI tentang perubahan Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Agama. Oleh sebab itu, karena ini merupakan kebijakan dari Kemenag pusat, maka kita yang ada di daerah beserta seluruh satker yang ada di Magetan ini harus bersiap-siap menyesuaikan dan menjalankan kebijakan baru ini. Dan perubahan ini merupakan regulasi yang harus kita jalankan seiring dengan majunya arus informasi yang sangat cepat. Untuk berkaitan dengan perkembangan IT, diharap seluruh ASN Kemenag jangan ada yang gagap teknologi (Gaptek) semua harus bisa mengikuti perkembangan yang sedang terjadi, agar kita tidak ketinggalan informasi dan perkembangan zaman, tingkatkan terus pengetahuan dan kemampuan untuk mewujudkan 5 budaya kerja kementerian agama yang salah satunya adalah Profesionalitas”.
Mengakhiri sambutannya Amin Mahfud berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sampai selesai, sehingga apa yang disampaikan oleh narasumber dapat diserap dengan baik, kemudian dipahami sehingga ketika saatnya Tata Naskah dinas ini mulai diterapkan semuanya sudah siap dan bisa dijalankan sesuai dengan yang kita harapkan bersama.(Kurdi).
Rabu, 25 Mei 2016
KEMENAG MAGETAN SELENGGARAKAN SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NO 20 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI
Kab.Magetan-(Humas). Dalam rangka memberikan pemahaman hukum, utamanya yang berkaitan dengan masalah Korupsi, pada hari Rabu (25/5) Kantor Kementerian Agama Kab.Magetan menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang tindak Pidana Korupsi”. Kegiatan ini diikuti oleh 105 peserta yang terdiri dari Kepala Madrasah Negeri se Kab.Magetan,Kepala Tata Usaha MTsN dan MAN,Bendahara Madrasah dan Kepala KUA se Kab.Magetan, sedang Narasumber menghadirkan Kasatreskrim Polres Magetan.
Sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Magetan Moh Amin Mahfud, kegiatan ini sengaja menghadirkan narasumber dari Polres yang memang sudah pakar dalam hal undang-undang tentang korupsi ini, diharap dengan kehadirannya, semua peserta sebagai ASN di Kementerian Agama bisa lebih jelas dan lebih memahami apa saja yang bisa dikatagorikan sebagai Korupsi, Gratifikasi dan sebagainya. Karena Kementerian agama salah satu bagian dari tugasnya juga berkecimpung dalam hal keuangan, dan ini membutuhkan tanggung jawab yang berat khususnya dalam pengelolaan DIPA.
Selanjutnya Amin Mahfud dari pelaksanaan kegiatan ini berharap kepada seluruh peserta agar betul-betul menyimak apa yang disampaikan oleh Narasumber, apabila ada hal-hal yang kurang jelas tanyakan langsung sampai sepuas-puasnya sampai benar-benar paham sehingga dalam menjalankan tugas, kita semua dapat melakukannya sesuai rel-rel yang telah ditentukan, dan semuanya bisa terhindar serta terselamatkan dari jeratan korupsi atau kasus – kasus hukum yang lain. (Kurdi)
KANKEMENAG MAGETAN MEMBUKA PEMBINAAN MENEJEMEN DAN ADMINISTRASI PENGELOLAAN ZAKAT
Kab.Magetan-(Humas). Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam menunaikan zakat sesuai tuntunan islam, Bimbingan Syariah Kankemenag Kab.Magetan Selasa 24/5 menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Manajemen dan pengelolaan Zakat. Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari Kepala KUA se Kab. Magetan, Penyuluh Agama Fungsional, UPZ MAN, MTsN dan MI, utusan Ormas Islam NU, Muhammadiyah,PSM, LDII, DMI, Pengurus BAZ Kab.Magetan dan LAZ Kecamatan.Menurut penyelenggara Syari’ah Kemenag Magetan Bachrudin, zakat merupakan sumberdaya yang berpotensi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat sesuai tujuan nasional yang diamanahkan dalam UUD’45, untuk itu perlu menggali potensi yang ada dalam masyarakat melalui penggalangan dana zakat dari umat islam yang diperuntukkan kemanfaatannya bagi pembangunan bangsa dan negara, terutama dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial dalam masyarakat. Untuk itu diperlukan pengelolaan zakat secara profesional dan bertanggung jawab. Berkaitan dengan hal tersebut Bachrudin berharap dari kegiatan ini nanti bisa meningkatkan fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan dapat meningkatkan hasil guna dan daya guna dari zakat.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Magetan Moh Amin Mahfud, dalam sambutannya Saat membuka acara tersebut antara lain mengatakan bahwa dalam pengelolaan Manajemen zakat, khususnya di Kementerian Agama Kab.Magetan sebetulnya sudah bertahun – tahun dilaksanakan, utamanya zakat profesi kurang lebih sudah diterapkan sejak tahun 1995 , akan tetapi masih banyak persoalan-persoalan yang memang masih belum tersentuh, dimana pengelolaan zakat ini masih belum dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. Oleh sebab itu tepat bila kegiatan ini panitiya telah menghadirkan Narasumber Atik Abidah dari STAIN Ponorogo teriring harapan semoga nanti peserta bisa langsung sharing dengan Narasumber sepuas-puasnya sehingga hasilnya bisa diimplementasikan dalam rangka meningkatkan pelayanan secara maksimal dan profesional dalam mengelola zakat di lembaga-lembaga pengelola zakat di Kab.Magetan. .(Kurdi)
Selasa, 24 Mei 2016
PENILAIAN LOMBA KELUARGA SAKINAH TELADAN DI KAB.MAGETAN
Penilaian Keluarga
Sakinah di Kab.Magetan dilaksanakan pada hari Senin (23/5), langsung dirumah
Sunar Robbi mulai pukul 15.00 sampai pukul 17.00. Saat tim penilai datang
dukungan masyarakat sekitar pun terlihat, dimana di Kediaman Sunar Robbi
ternyata telah didahului dengan datangnya sekitar 100 orang masyarakat
disekitarnya, yang ternyata merupakan sebuah kelompok Majelis Ta’lim Binaan
Sunar Robbi dan istrinya Martini. Sementara dari Pemerintahan juga hadir Camat
Magetan,Kepala KUA se Kab. Magetan, Penyuluh Agama Fungsional, Lurah Selosari,Ketua
RW VIII beserta seluruh Ketua RT di RW VIII.
Kasubag TU
Muttakin mewakili Kakanekemenag Magetan Berharap, dalam Penilaian tingkat Prov.Jatim ini nanti
Kab.Magetan bisa meraih hasil maksimal dalam penilaian tersebut, sehingga
nantinya Kab.Magetan dari Keluarga Sunar Robbi bisa mewakili Jawa Timur masuk
kelomba Keluarga sakinah di Tingkat Nasional. Sementara Kabid Urais dan Binsyar
Ach.Faridul Ilmi menegaskan bahwa penilaian ini amat sangat adil dan sportif dengan
syarat utama peserta mempunyai usia
pernikahan sudah mencapai 30 tahun, ini sudah memenuhi persyaratan, setelah itu
penilaian meliputi bagaimana komunikasi dengan masyarakat, bagaimana perilaku
di tengah masyarakat dan sebagainya, selain itu peserta juga harus menjawab
beberapa pertanyaan atau wawancara dari tim penilai lomba selama 1 jam dari
pukul 15.00 dan berakhir pada pukul 17.00. Kasi Bimais Kankemenag Magetan Tsalis
Umar optimis, dengan berbagai pengalaman yang dimiliki oleh keluarga Sunar Robbi
Magetan bisa unggul dari peserta yang lain dan selanjutnya maju di Tingkat
Nasional mewakili Jawa Timur.(Kurdi)
Minggu, 22 Mei 2016
MTsN PANEKAN MELEPAS 340 SISWA DENGAN MEGGELAR WAYANG KULIT
Kab.Magetan-
(MTsN Panekan). Bertempat di Halaman MTsN Panekan , Sabtu 21 Mei 2016 menyelenggarakan acara
Pelepasan siswa kelas IX tahun 2016 dengan
jumlah siswa 340 anak. Hadir
dalam acara tersebut sekitar 1000 orang antara lain Kepala Kantor
Kementerian Agama Kab.Magetan yang diwakili oleh Kasubag TU,Camat Panekan,
Koramil Kec.Panekan, Kepala KUA Kec.Panekan Pengawas PAI, Komite Madrasah, wali siswa, Pengawas PAI dan
juga siswa kelas VII dan VIII MTsN Panekan.
Kepala MTsN Panekan Suwoko, dalam
sambutannya antara lain merasa
bersyukur karena selama 3 tahun diberi amanah oleh wali murid untuk membimbing
dan mendidik telah sampai pada titik
akhir setelah kelulusan ini. Untuk itu kepada wali murid anak – anak diserahkan
kembali untuk selanjutnya diarahkan dan didorong untuk bisa melanjutkan ke
tingkat jenjang pendidikan yang lebih tinggi sehingga ilmu dari MTsN Panekan
terus bisa diamalkan dan dikembangkan di jenjang selanjutnya, karena sebagai
generasi muda penerus pejuang bangsa, masih banyak hal yang harus dilakukan
agar kedepan bisa membawa bangsa ini menjadi lebih maju, berkembang didasari
dengan keimanan dan ketaqwaan.
Sementara
Muttakin, Kepala sub.Bagian Tata Usaha Kankemenag Magetan, menyampaikan ucapan
selamat kepada 340 siswa kelas IX yang dilepas, meski acara pelepasan ini
dilaksanakan sebelum pengumumuan keluar, namun Muttakin optimis dan yakin
seyakin nyakinnya kalau MTsN Panekan
akan lulus 100%. Hal ini diungkapkan berdasar pengalaman tahun-tahun yang lalu
bahwa MTsN Panekan kelulusannya selalu mendapat rangking 1,2 atau 3 dan
serendah-rendahnya pasti masuk dalam 10 besar.
Sementara
dalam pelepasan tersebut MTsN Panekan menunjukkan hasil binaan anak didiknya
yang mempunyai bakat menjadi dalang ditampilkan untuk memeriahkan acara dengan pagelaran Wayang kulit berdurasi 90 menit dengan Dalang Ki Fahreza
Bimantoro siswa kelas VII MTsN
Panekan.Dengan tampilnya dalang cilik ini sorak sorai undanganpun menggema, Ini
menunjukkan bahwa MTs itu tidak hanya membimbing dalam hal keagamaan saja tapi
pelajaran umum juga tidak kalah dengan sekolah sederajat yang lain. Bahkan
kesenian budaya pun juga dikenalkan kepada anak didik, sehingga anak didik
diharap lebih mencintai budaya bangsa sendiri dari pada bangsa yang lain.(Kurdi)
Langganan:
Postingan (Atom)

